My First Ever GPMP (Great People Management Program) secara virtual!

 

Ref : pqmconsultant

Assalammualaikum Great People!


Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan lancar semua urusannya yaa. 

Jadi ceritanya begini... 

Setelah sebelumnya saya sempat meminta delay ke Bapak AVP unit saya karena jadwal saya seharusnya bulan Februari 2021 lalu itu sudah full oleh penjadwalan training dari unit saya, akhirnya saya mendapat jadwal GPMP minggu ini yeay!

Saya sangat menunggu-nunggu untuk dapat join di Program ini karena ingin sekali menambah pengalaman dengan mendapat ilmu soal Human Relations, Management dan Strategic Management yang bisa diaplikasikan di Perusahaan. Karena sedang pandemi, kegiatan GPMP ini dilakukan secara virtual deh, instead of going to Gegerkalong. Hehe, gapapa! Saya tetap sooo excited

Senang banget hari pertama GPMP V Batch 48 ini materinya saya suka banget, karena relatable! Topiknya mengenai Leading Change, mempelajari tentang how to communicate and lead others starting from understanding ourselves first

Materi Leading Change hari ini disampaikan dengan sangat baik oleh Mba Nurfaisa Hidayanti dan dibantu oleh Dany Muhammad Athory dari SBM ITB. Dari penjelasan materi hari ini, saya jadi mengerti bahwa sebelum menjadi leader itu sangat penting untuk mengenal diri sendiri dan mengetahui strength dan weakness dalam diri sehingga bisa menjadi percaya diri dengan kemampuan kita dan menerima diri kita apa adanya (Intrapersonal Skills).


Dengan begitu, barulah bergerak bersama tim akan menjadi lebih mudah dengan mengaplikasikan interpersonel skills. Dan setelah itu barulah berkembang menjadi leadership skill yang ditunjukkan secara unik oleh masing-masing individu berdasarkan mixed application of influence, insight, sense dan pengalaman yang pernah dialami.


Dan menurut saya, poin paling penting yang harus dimiliki seorang Leader namun sering kita lupakan itu pentingnya kemampuan mendengarkan aktif (Active Listening). Walaupun saat ini belum menjadi seorang leader di unit saya, tapi saya memahami mengapa hal ini menjadi sangat krusial. 


Sebagai seorang pemimpin suatu hari nanti, penting sekali mendengarkan pendapat dari beberapa sudut pandang terhadap suatu case yang kita hadapi di Perusahaan dan atas masalah tersebut, leader yang baik tentunya harus memberikan solusi yang bisa memenuhi best interest (win win solution) dari beberapa stakeholders. Hal ini pasti tidak mudah, karena situasi ini seperti kita harus membayangkan dan merasakan standing in each personel's shoes.  


Setelah memahami permasalahan yang ada dan masing-masing pendapat itu, baru seorang leader bisa memberikan perubahan dengan solusi yang terbaik dan bisa mengakomodasi kepentingan Perusahaan, tentunya dengan memilki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga bisa menyampaikan mulai dari masalah yang ada, dan bagaimana solusi untuk menyelesaikannya.


Sekiranya itu insight yang saya dapat dari materi Leading Change hari ini dan saya akan coba untuk aplikasikan di keseharian saya. Semoga bermanfaat untuk greatpeople yaa!

Tetap semangat dan keep going on!

See you all on the next post and on tops, great people!

#gpmp5batch48 #virtualgpmp5 #GPMPVBatch48

What I Feel on the near end Ramadhan 2021

What I Feel on the near end Ramadhan 2021 | 


Assalammualaikum greatpeople.

Bismillah.

Semoga greatpeople dalam keadaan sehat hingga di penghujung ramadhan ini.


Gimana hampers-hampers yang dikirim untuk teman, kolega atau saudara sudah dikirim? Atau gimana persiapan kue kering lebarannya? Semoga lancar semua persiapan menuju hari yang fitri tinggal menghitung hari ini ya. 

Gak terasa sudah masuk di h-2 menuju lebaran namun situasi saat ini cukup membuat gentar untuk keluar rumah. Covid-19 masih bergentayangan dimana-mana tanpa tahu siapa yang terjangkit dan carrier karena per hari ini saja sudah terdeteksi 4000 orang pemudik dites ternyata positif Covid. Serem banget yaa. Iyees banget. Gimana gak bahaya kalau sudah 2 tahun ini Pemerintah tetap melarang masyarakat untuk mudik? justru tahun ini sepertinya lebih ketat dibandingkan tahun lalu yang masih awal tahap covid.


Bicara soal Covid-19, Ramadhan tahun ini masih dihabiskan di rumah saja dan lebaran nanti juga akan di rumah saja. Kalau dihitung-hitung sudah 1 tahun lebih saya bekerja dari rumah (work from home). Dulu ketika sehari-hari masih ngantor berarti tahun 2019 ya, biasanya buka puasa pasti masih di TJ atau kereta, shalat tarawih kebanyakan di rumah. Semenjak Covid-19 menyerang negara api ini, saya jadi benar-benar stay di rumah. Dan kalau tidak ada keperluan yang urgent, ya sudah di rumah saja. Tahun lalu pun, saya tidak berani sholat tarawih di masjid karena pandemi Covid saat itu masih hype banget.

Lalu, misalnya hal lain nih, kebiasaan hunting baju lebaran untuk adik-adik di mall pun tidak saya lakukan, sekarang saya cukup klik klik pilihan baju secara online di ecommerce, lalu besok barangnya sampai. Life is now easier through online. Sejak covid, bersyukurnya semua mulai bisa diakses serba online, hehehe. 


Karena covid-19 masih belum membaik, memang sih beberapa aktivitas masih ga banyak saya lakukan di luar. Tapi tahun ini saya mencoba memberanikan diri untuk shalat tarawih di masjid, Dan ternyata, jamaah tarawihnya ramai dan jamaah waktu i'tikaf (kata si adik) itu ramai loh. Dengan tetap berkonsep memberi jarak antara saf satu jamaah dengan jamaah lainnya, tidak mengurangi kekhusyu'an tetap beribadah tarawih secara jamaah di masjid. Masha Allah. Saya senang sekali, dengan catatan semuanya tetap menjaga protokol kesehatan sih. 


Oh iya, ada lagi hal baru yang saya coba lakukan di Ramadhan ini dan belum saya lakukan di sebelumnya yaitu membantu mas gulpin menyiapkan minuman untuk bukaan orang berpuasa di masjid. MashaAllah, ini salah satu tujuan saya dari dulu dan baru sekarang kesampaian. Karena kan biasanya hanya titip uang saja gitu untuk dikasih ke masjid. Dan kemarin berkesempatan menyiapkan sendiri dan mengantarnya itu rasanya senangnya bukan main. Alhamdulillah. Senangnya berbagi itu ternyata benar adanya yaa. Semoga diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan, inshaAllah.


Dan pastinya saya berharap semoga kondisi di tahun depan sudah tidak ada Covid lagi sehingga bisa berbuat lebih banyak hal yang positif dan bermanfaat. Semoga tahun depan kita sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Bersilaturahmi bersama, Aamin


Makan ketupat lauknya teri

Jangan lupa opor ayamnya

Selamat hari raya idul Fitri

Mohon maaf lahir batin ya semuaa~~


Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 menjadi Dukaku di Awal Tahun 2021



Ref : Ilustrasi Pesawat Sriwijaya Air (tribunnews.com)


| Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 menjadi Dukaku di Awal Tahun 2021

Siang itu pukul 14.05 WIB, saya sedang makan di salah satu gerai makanan cepat saji dan ketika ingin pulang, ternyata tiba-tiba hujan deras. Hujan tidak berhenti hingga pukul 16.00. Sambil saya menikmati makan siang, saya buka timeline yang muncul di HP lalu ada berita musibah di awal tahun 2021 ini.

Di awal tahun 2021 ini, Indonesia kembali berduka..

Kondisi pandemi belum usai, namun kita mendengar berita kurang baik yang terjadi di hari Sabtu 9 Januari 2021 yaitu jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu tujuan Pontianak tepat di awal tahun 2021 ini.

Teriring doa dari saya dan banyak netizen ketika mendengar berita ini. Al-Fatihah..Per hari ini, baru ada beberapa penumpang dan awak pesawat yang jenazahnya sudah teridentifikasi, semoga penumpang lainnya.

Melihat beberapa artikel yang ada di detik.com, saya sedih melihat kondisi puing-puing pesawat yang hancur seperti ilustrasi di bawah ini ada kabel-kabelnya saja dan ada juga puing-puing pesawat  di kedalaman laut yang mulai diselimuti lumpur sehingga cukup menyulitkan para untuk mengambil puing pesawat dan benda lainnya.


Ref : Ilustrasi Basarnas menemukan puing - puing bagian Pesawat Sriwijaya Air (inews.id)

Dari info yang saya dapat melalui detik.com, mulai ada titik terang karena sudah ditemukan black box Sriwijaya Air di sekitar Pulau Laki sehingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan bantuan beberapa pihak lainnya bisa melakukan analisa/ investigasi lebih lanjut terhadap apa yang sebenarnya menjadi penyebab kecelakaan pesawat ini.

Semoga keluarga penumpang yang terkena musibah diberikan kesabaran, ketabahan, dan bisa mendapat bantuan dari Pemerintah. Semoga KNKT segera melakukan investigasi lebih lanjut setelah banyak puing pesawat dan black box Sriwijaya Air yang ditemukan.